× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Antispasi Corona, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Intruksikan Pesantren Hentikan Pengajian Sementara Waktu

Antispasi Corona, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Intruksikan Pesantren Hentikan Pengajian Sementara Waktu

108
SHARE
Antispasi Corona, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Intruksikan Pesantren Hentikan Pengajian Sementara Waktu

KSI News

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh mengeluarkan instruksi kepada pesantren dan lembaga pendidikan agama terpadu menghentikan sementara pengajian dalam rangka mencegah menyebarnya wabah virus corona.

Instruksi itu dikeluarkan melalui surat Nomor 440/234 pada Senin, 16 Maret 2020. Surat itu ditujukan ke Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten/akota, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten/Kota, para Abu/Abon/Abati/Abiya/Walidi/ Tgk/Ustaz Pimpinan Dayah se Aceh serta Rais 'Am Dayah Perbatasan dan MUQ Pagar Air.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny SAg MM mengatakan instruksi tersebut dikeluarkan menindaklanjuti Surat Edaran Plt Gubernur Aceh Nomor 440/4820 tanggal 12 Maret 2020 tentang cegah virus corona melalui ibadah, prilaku hidup bersih dan sehat dan Surat Edaran Nomor 440/4989 tanggal 15 Maret 2020 tentang pelaksanaan belajar mengajar di rumah.

"Dikarenakan virus corona mudah tertular melalui kontak fisik dan lingkungan yang tidak bersih serta memerlukan tindakan lockdown virus corona, kami mengeluatkan imbauan ini," kata Usama.

Imbau tersebut berupa memusyawarahkan/memutuskan secara arif dan bijaksana terkait pilihan dan keputusan apakah aktivitas belajar dan mengajar di lingkungan dayah dihentikan sementara waktu atau dilanjutkan.

"Bila aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara waktu maka perlu konsolidasi dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait perihal berapa lama proses belajar mengajar dihentikan, formulasi kegiatan santri belajar di rumah sehingga tidak ada waktu yang sia-sia serta memberikan standar operasional prosedur terkait interaksi yang boleh dilakukan para santri selama masa libur di rumah. Disarankan berkoordinasi dan konsultasi dengan Dinas Kesehatan setempat," katanya.

Bila hasil musyawarah memutuskan proses belajar mengajar di dayah tetap dilanjutkan, kata Usamah, maka setiap dayah dianjurkan menetapkan pola prosedur isolasi dimana selama 14 hari para santri tidak boleh keluar kompleks, tidak boleh dijenguk, serta tidak dibenarkan melakukan interaksi dengan dunia luar.

"Tingkatkan kualitas kebersihan semua lini di lingkungan/kompleks dayah. Kita juga meminta pra santri memperbanyak makan sayur dan buah untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh serta tetap berprilaku hidup bersih dan sehat. Melazimkan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan," ujarnya.

Tiga Puluh Pimpinan Dayah Mendukung Pogram Bereh Pemerintah Aceh

30 pimpinan Dayah di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar mengadakan pertemuan dalam rangka sosialisasi BEREH di Dayah dengan Sekretaris Daerah Aceh dr Taqwallah M.Kes di ruang rapat Sekda Aceh, Lampineung Banda Aceh.

Abi Daud Hasbi salah seorang Ulama Kharismatik mengatakan segala sesuatu harus dimulai dengan jiwa yang bersih. "Dayah bukan milik kita, namun milik semua, milik umat, untuk itu kebersihan dayah wajib kita jaga bersama," kata Abi Daud, Kamis (12/03/2020).

Menurut Abi Daud yang paling penting semua harus berawal dari hati, jiwa dan pikiran yang harus bersih. "Mari kita mulai dengan hati yang bersih untuk dapat berbenah sehingga dayah menjadi lebih bersih, rapi, estetis dan hijau," ujarnya.

Setiap Santri, menurut Abi Daud, harus diajak untuk menjaga kebersihan, kerapian serta keindahan, juga penghijauan. Namun yang terpenting dari semua, kuncinya adalah akhlak.

"Pimpinan Dayah dan Guru Dayah harus bisa memberikan contoh yang baik kepada santri, minimal sekali dalam menjaga kebersihan lingkungan dayah," tegas Abi Daud.

Pimpinan Dayah Babunnajah Banda Aceh Tgk H Muhammad Ismy atau yang akrab disapa Abu Madinah menyampaikan saat ini banyak dayah yang tidak bersih dibandingkan dengan sekolah umum. Sebenarnya bisa saja Dayah menjadi lebih bersih, untuk itu setiap pimpinan dan guru dayah wajib mencontohkan kepada santri kebiasaan buang sampah pada tempatnya.

“Dengan bersih maka akan menimbulkan keindahan, jika indah maka akan membahagiakan orang yang melihat,” ujar Abu Madinah.

Disamping itu Dayah juga diminta harus banyak melakukan penghijauan, dengan menanam pohon, agar udara dilingkungan dayah menjadi baik. "Kita harus memastikan santri sehat dan mengikuti proses belajar dan mengajar dengan baik," harapnya.

Sekretaris Daerah Aceh dr Taqwallah M.Kes dalam pemaparannya menyampaikan kiat-kiat dalam menjalankan Program BEREH, agar tidak harus bertumpu pada biaya namun efektif menggerakkan terwujudnya lingkungan yang BEREH.

Sekda Aceh mengaku senang jika dapat bersinergi dengan pimpinan Dayah, apalagi tugas dari Pemerintah Aceh dan Pimpinan Dayah adalah sama-sama mewujudkan kecerdasan bangsa. "Untuk itu kami menaruh perhatian lebih kepada semua dayah di Aceh," kata Sekda.

Taqwallah menyatakan harapannya agar santri-santri lulusan dayah nanti ikut berkontribusi dalam pembangunan Aceh. "Untuk itu kami Pemerintah Aceh sangat mendukung pendidikan Dayah maju dan berkembang," pintanya.

Disamping itu Kadis Pendidikan Dayah Aceh Usamah S.Ag MM saat mendampingi Sekda Aceh dalam pertemuan itu menyampaikan setelah sekian lama Dayah tidak dilirik, kini lembaga Pendidikan Dayah mulai digandrungi kembali.

"Banyak orang tua wali yang menitipkan anaknya di Dayah ataupun Pesantren di Aceh. Mereka lebih memilih menitipkan anak mereka di Dayah, karena selain belajar ilmu pengetahuan umum, juga di ajarkan secara khusus ilmu-ilmu agama," kata Usamah.

Untuk itu Usamah mengajak untuk melaksanakan gerakan BEREH di dayah sehingga dayah makin maksimal menjalankan tugasnya. Di Aceh sendiri terdapat 1.135 dayah, 22.720 guru dan 216.400 santri.

Terlihat hadir diantaranya Abiya Muhammad Hatta Lc, Pimpinan Dayah Madani Al-Aziziyah, Abi Bayu, Pimpinan Dayah Thalibul Huda, Tgk Hajarul Abrar Pimpinan Dayah Darul Quran Aceh, 4 Pimpinan Dayah Perbatasan dan 1 Orang Pimpinan MUQ Pagar Air, Abi Daud Hasbi, Abu Madinah, dan sejumlah Pimpinan Dayah lainnya.

Tenaga Pendidik Dayah di Aceh Dibekali Ilmu Didaktik Metodik

Dinas Pendidikan Dayah Aceh membekali Ilmu didaktik metodik bidang keilmuan tahfizd bagi tenaga pendidik dayah. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Al Hanifi, Banda Aceh, 11-14 Maret 2020.

Mustafa, S.Sos. M.Si, Kabid SDM selaku ketua panitia pelaksana kegiatan dalam laporannya, menyampaikan bahwa para peserta merupakan guru tahfizd yang berjumlah 50 orang dari sejumlah dayah tahfizd yang tersebar di seluruh aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny, S.Ag. MM., dalam arahannya saat membuka acara mengatakan, bahwa pemerintah telah mengistimewakan dayah yang menurut qanun dibagi dalam 3 katagori, yang salah satunya adalah pendidikan dayah tahfizd.

Menurut Usamah, para hafizd dan hafidzah mempunyai daya tarik tersendiri, bagi dirinya dan bagi masyarakat pada umumnya, khususnya daya tarik ketika menjadi imam di Menasah-meunasah dan Mesjid-mesjid.

Pada sisi lain, Usamah melanjutkan, adanya perkembangan Islam di negara-negara mayoritas non muslim, suatu saat bukan tidak mungkin, menurutnya akan diminta imam dari Aceh dan pada saat bersamaan para hafidz hafidzah telah siap dengan bekal hafalan yang dimilikinya.

Di samping itu, Usamah juga meminta para hafidz untuk menyempurkan ilmunya dengan mendalami ilmu agama lainnya, seperti fiqih dan disiplin ilmu agama lainnya.

“Usamah berjanji, ke depan dia akan berusaha mendorong dayah untuk selalu melestarikan ilmu yang menyangkut dengan Al Qur’an.”

Dia berharap Dayah dayah tahfizfd terkonsolidasi dengan baik, ditambah guru-guru yang berkompeten.

Usamah juga menyinggung, bahwa kegiatan tersebut juga akan didorong oleh para Ikatan Alumni Timur tengah (IKAT) Aceh. Usamah meminta kerjasama IKAT untuk mengevaluasi secara bersama untuk mengetahui plus minusnya kegiatan tersebut.

Ketua IKAT Muhammad Fadhil, yang hadir pada acara tersebut, dalam kesempatan yang diberikan oleh panitia menyampaikan, IKAT sangat mendukung kegiatan tersebut, dan dirinya berharap agar kedepan dapat dikembangkan lebih luas lagi.

Muhammad Fadhil juga menyampaikan rasa bangganya atas kegiatan didaktik motodik yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan Didakdik metodik akan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 11 hingga 14 Maret 2020. Yang diasuh oleh instruktur handal baik dari dalam maupun luar negeri. (ADV)