× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Perjalanan Seorang Calo PNS Berakhir Di Sat Reskrim Polresta Banda Aceh

Perjalanan Seorang Calo PNS Berakhir Di Sat Reskrim Polresta Banda Aceh

SHARE
Perjalanan Seorang Calo PNS Berakhir Di Sat Reskrim Polresta Banda Aceh

KSI News

BANDA ACEH - AKP M.Taufiq,SIK,MH,selaku Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh,Mengatakan Seorang Guru yang berinisial P (50) salah satu sekolah di Kabupaten Bener Meriah Berhasil diringkus oleh Opsnal Sat Reskrim Polresta Banda Aceh,Yang mana si P melakukan penipuan terhadap Suyono yang dapat meluluskan anaknya menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) di Provinsi Sumatera Utara ( Sumut ),Hal ini diutarakan pada acara Konfrensi Pers di Ruang Gelar Perkara Sat Reskrim Polresta Banda Aceh,kamis (19/3/2020).

Si P menawarkan jasanya dapat meluluskan anak kandung korban sebagai Pegawai Negeri Sipil tahun anggaran 2015 dengan meminta sejumlah uang kepada korban,kejadian tersebut terjadi 5 tahun silam,yakni pada tahun 2015 di Bank Aceh unit Neusu,Kecamatan Baiturrahman,Banda Aceh,Jumat ( 31/7/2015 ) sekitar jam 10.00 Wib,korban melakukan transaksi uang secara bertahap dengan cara melakukan transfer uang melalui Bank Aceh dengan total 63 juta lebih,namun si P tidak melakukan pengurusan terhadap anak korban melainkan uang tersebut telah dipergunakan olehnya untuk keperluan pribadi,tambah Kasat Reskrim.

Sampai saat ini anak korban tidak mendapatkan pekerjaan sebagaimana yang telah di janjikan oleh si P tersebut,sehingga korban melaporkan ke Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut,setelah melengkapi bukti bukti secara lengkap,Kanit Pidum Ipda M.Hardimas,S.TrK beserta anggota melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap pelaku P di rumahnya di Kabupaten Bener Meriah pada selasa (10/3/2020).

Adapun bukti yang telah disita oleh penyidik berupa 10 lembar slip penyetoran,satu unit handphone merk nokia,satu buah kartu perdana telkomsel,satu eks asli buku tabungan Bank Aceh dan empat lembar print out rekening koran,menurut Kanit Pidum Ipda Hardimas,ini terjadi karena iming iming pelaku terhadap korban melalui seorang pelantara Suhendri,ianya mengatakan pelaku dapat mengurus seseorang menjadi Pegawai Negeri Sipil,namun ternyata hanya janji belaka.

Kasat Reskrim mengharapkan kepada warga masyarakat,jangan mudah percaya dan tertipu dengan bujuk rayu agar tidak terpengaruh,jika mau lulus silahkan ikuti melalui jalur seperti orang lainnya.

Atas perbuatannya si P dijerat pasal 378 KUHP Jo Pasal 55,56 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan sekarang si P mendekam di sel Tahanan Polresta Banda Aceh.(jol)