× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Teuku Raja Keumangan Pertanyakan Bonus Pokir Rp 100 Miliar Ketua DPRA

Teuku Raja Keumangan Pertanyakan Bonus Pokir Rp 100 Miliar Ketua DPRA

15
SHARE
Teuku Raja Keumangan Pertanyakan Bonus Pokir Rp 100 Miliar Ketua DPRA

KSI News

BANDA ACEH | Anggota DPRA, Teuku Raja Keumangan berang dengan adanya bonus pokok pikiran (pokir) atau dana aspirasi kepada Ketua DPRA, wakil ketua dan ketua-ketua fraksi, serta tim perumus.

TRK dengan sapaan Teuku Raja Keumangan semakin berang dengan adanya tim perumus yang tidak diketahui keberadaanya. Bahkan tim perumus juga mendapatkan bonus pokir setelah evaluasi APBA 2021 antara Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRA.

Unek-unek itu disampaikan TRK dalam rapat terakhir antara TAPA dan Banggar DPRA yang berlangsung, Rabu (12/1) sore di gedung DPRA.

Dalam rapat tersebut, TRK mempertanyakan adanya bonus kepada Ketua DPRA sebesar Rp 100 miliar, wakil ketua Rp 50 miliar, ketua-ketua fraksi sebesar Rp 5 miliar dan tim perumus Rp 10 miliar.

TRK mengaku sengaja menyampaikan hal itu dalam rapat resmi tersebut. Pasalnya dalam rapat itu hadir semua pihak baik dari Pemerintah Aceh dan pimpinan DPRA.

"Ketika saya tanya bonus pokir itu, semua diam, termasuk Sekda Aceh yang hadir dalam rapat itu," kata TRK kepada media.

Sehingga TRK semakin meyakini bahwa bonus tersebut memang ada, sehingga ketika hal itu ditanyakan, tidak ada satu pun yang menjawab dan menjelaskan keberadaan bonus tersebut.

"Ketika saya tanya masalah itu, baik sekda maupun pimpinan DPRA tidak ada yang berani menjelaskan keberadaan bonus pokir itu," ungkapnya.

TRK juga semakin curiga terkait keberadaan tim perumus yang tiba-tiba saja muncul dan juga mendapatkan bonus pokir tambahan.

"Saya sendiri masuk anggota banggar dan tidak mengetahui siapa-siapa tim perumus itu. Sepertinya ada tim siluman dalam banggar," kata politisi Partai Golkar itu.

Kata TRK, kalau memang benar Ketua DPRA, wakil ketua, ketua fraksi dan tim perumus mendapatkan bonus pokir, artinya mereka sudah membohongi seluruh anggota DPRA.

"Nyan sama cit di meupolitik di ateh uleu kamoe (itu sama saja berpolitik di atas kepala kami (anggota)," ujarnya. (*)